Daftar Isi
III. Metode Prosedur………………………………………………………………………..4
C. Perhitungan
………………………………………………………………….. …..5
D. Pembuatan
Sediaan……………………………………………………………… 5
E. Definisi Operasional……………………………………………………………… 5
F. Cara
Analisa……………………………………………………………………… ..6
V.
Pembahasan…………………………………………………………………………….6
VI. Kesimpulan ……………………………………………………………………………..7
VII. Saran……………………………………………………………………………………. 7
VIII. Daftar pusaka
I.
Tujuan Praktikum
A. Tujuan
Umum
Mempraktekkan dan
mengamati pengaruh efek hipnotik fenobarbital dan kloralhidrat Secara oral
B. Tujuan
Khusus
Membandingkan onset
dan durasi tidur fenobarbital dan kloralhidrat secara oral
II.
Tinjauan
Pustaka
Ada 4 taraf narkosa
,yaitu:
1. Analgesia
: Kesadaran berkurang,rasa nyeri hilang,terjadi euphoria (rasa nyaman) disertai
halusinasi . Contoh Ester,Nitrogenmonoksida
2. Eksitasi
: kesadaran hilang timbul gelisah
Taraf 1 dan 2 disebut induksi
3. Anestesia
: Pernafasan dangkal ,cepat dan teratur seperti tidur (pernafasan perut) ,
gerakan mata dan reflex mata hilang , otot lemas
4. Kelumpuhan
Sumsum Tulang Belakang : Kegiatan jantung dan pernafasan terhenti (taraf ini
sebaiknya dihindari)
Tujuan Anestetik
1. Mencapai
keadaan pingsan
2. Meringtangi
rasa nyeri
3. Menimbulkan
pelemasan otot ( relaksasi)
4. Memblok
reaksi reflex pada pembedahan
Anestetik dibagi menjadi 2 golongan :
A. Anestetika
Umum , terdiri dari:
1. Anestetika
Inhalasi
2. Anestetika
Intravena
3. Anti
muskarinik
4. Sedatif
dan Analgesik per-operatif
5. Pelemas
Otot
6. AntiKolinesterase
yang digunakan dalam anesthesia
7. Antagonis
untuk depresi syarat pusat dan pernafasan
Anestetik umum adalah obat yang dapat menimbulkan
anesthesia atau narkosa (yunani=tanpa ,aesthesis= Perasaan),yakni suatu keadaan
depresi umum dari pelbagai pusat di SSP yang bersifat reversible,dimana seluruh
perasaan dan kesadaran ditiadakan sehingga mirip keadaan pingsan. Umumnya
digunakan kombinasi hipnotika,analgetik.dan relaksan otot
B. Anestetika
Lokal
Anestetika local atau
zat penghilang rasa setempat adalah obat yang pada penggunaan local merintangi
secara reversible penerusan impuls saraf ke SSP dan dengan demikian
menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri , gatal-gatal, rasa panas atau dingin.
Persyaratan Ideal
Anestetika Lokal ,yaitu:
1. Tidak
mengiritasi jaringan
2. Tidak
mengakibatkan kerusakan permanen terhadap susunan saraf
3. Toksisitas
sistemis yang rendah
4. Efektif
dengan jalan injeksi atau penggunaan setempat pada selaput lender
5. Mulai
kerjanya sesingkat mungkin tetapi bertahan cukup lama
6. Dapat
larut dalam air dan menghasilkan larutan yang stabil ,juga terhadap pernafasan
(sterilisasi)
Fenobarbital adalah Senyawa hipnotik ini terutama
digunakan pada serangan grand mal dan status epilepticus berdasarkan sifatnya
yang dapat memblokir pelepasan muatan listrik di otak.Resorpsinya di usu baik(70%-90%)
terikat pada protein,plasma t1/2nya panjang lebih kurang 3-4 hari
maka dosisnya dapat diberikan sehari sekaligus .Efek sampingnya berkaitan
dengan efek sedative yakni pusing,mengantuk,ataksia,dan pada anak-anak mudah
terangsang. Dosis hipnotik 100mg malam hari ;antikonvulsi 200 mg IM diulang
sesudah 6 jam prn
Chloral Hydras adalah aldehida (kloral)
yang di dalam tubuh terikat dengan air dan membentuk trikloretanol yang
merupakan obat tidur yang efektif ,sesuai persamaan reaksi. Resorpsinya di usus
cepat mulai kerja pesat dan bertahan agak singkat k.i 5-6 jam.Dalam darah dan
hati zat ini diubah oleh enzim alkoholdehidrogenase menjadi a.l trikloretanol
aktif.metabolit ini berkhasiat hipnotik panjang (t1/2=8 jam) dan akhirnya
dirombak dalam hati dan ginjal menjadi triklorasetat inaktif dan disekresi
melalui ginjal sebagai glukuronida. Efek Sampingnya ringan yaitu
alergi,ataxia,dan eksitasi. Indikasi yaitu hipnotika dan sedative. Dosis
hipnotik 0,5-2 g/70 kg manusia
III.
Metode
Percobaan
A. Prosedur
Kerja
1. Memakai
Jas Lab
2. Membawa
tissue serta kertas Koran
3. Ketua
kelompok membagi tugas :
·
Menimbang dan menomori hewan
percobaan
·
Menghitung dosis ,mengukur
volume sediaan
·
Memperlakukan hewan coba
(instruktur)
·
Mengamati hewan coba dan
mencatat data
4. Menjaga
kebersihan selama praktikum
5. Melakukan
kerja sama dengan teman sekelompok
6. Mencuci
alat b,membersihkan meja,membuang sampah biologis dalam kantong plastic
tertutup
7. Ketua
regu menyerahkan data ke pengawas
8. Mengembalikan
alat seuai tempat semula
B. Alat
dan Bahan
a) Alat
1. Timbangan
Hewan
2. Disposible
3. Alat
gelas secukupnya
4. Stopwatch
5. Wadah
tempat pengamatan
b) Bahan
1. Fenobarbital
tablet 30mg
2. Kloral
hidrat Serbuk
3. Tragakan
4. Mencit
putih jantan
5. Aquadest
C. Perhitungan
1. Fenobarbital
= 0,0026 X 1100 mg = 2,86 mg/20 g BB mencit
2. Kloral
hidras = 0,0026 X 2500 mg = 6500 / 20 g BB mencit
3. Mencit
berat 23 gram = 23 g / 20 g X 0,2 = 0,23 ml
4. Mencit
berat 25 gram = 25 g / 20 g X 0,2 = 0,25 ml
5. Mencit
berat 20 gram = 20 g / 20 g X 0,2 = 0,2 ml
6. Mencit
berat 22 gram = 22 g / 20 g X 0,2 = 0,22 ml
7. Mencit
berat 23 gram = 23 g / 20 g X 0,2 = 0,23 ml
8. Mencit
berat 21 gram = 21 g / 20 g X 0,2 = 0,21 ml
D. Pembuatan
Sediaan
1. Siapkan
alat dan bahan
2. Setarakan
Timbangan
3. Kalibrasi
Beaker glass dan vial
4. Timbang
100 mg tragakan lalu gerus dalam lumpang, masukkan ke dalam beakerglass
tamahkan aquadest sedikit demi sedikit ad 20 ml ,kemudaian beaker glass diberi
etiket “tragakan ½ %”
5. Gerus
1 tablet fenobarbital (@ 30 mg)
tambahkan tragakan ½ % sedikit demi sedikit ad 4 ml pada vial berikan etiket “ Fenobarbital 30mg/4ml”
6. Timbang
100 mg kloralhidrat dalam vial , tambahkan tragakan ½ % sedikit demi sedikit ad
4 ml pada vial berikan etiket “kloralhidrat 25mg/ml”
E. Definisi
Operasional
·
Mulai Tidur = selesai dioral
, mencit yang mulai diam ditelentangkan ditengah bejana , tidak mampu tengkurap
·
Bangun = mencit tengkurap
sendiri dan bergerak meninggalkan pusat bejana
·
Onset = waktu mulai tidur –
waktu jarum suntik dicabut (menit
·
Durasi = waktu bangun –
waktu mulai tidur (menit)
·
Tidak tidur , onset = 60
menit dan durasi 0 menit
F. Cara
Analisa
Setelah mencit
disuntikkan dengan obat fenobarbital dan kloralhidrat lalu amati mecit sampai
berefek, awalnya mencit lincah tetapi lama kelamaan obat tersebut berefek
sedative yang mengakibatkan mencit tersebut diam bergerak. Jika mencit berefek
hipnotik maka mencit tersebut akan tertidur dan badan mencit ditelentangkan
sehingga mencit tersebut tidak dapat tengkurap lagi. Dikatakan bangun jika
mencit tersebut meninggalkan posisi awalnya walaupun hanya satu langkah.
IV.
Hasil
|
No.
Mencit
|
Perlakuan
|
Berat
(g)
|
Obat
(ml)
|
Waktu
|
Onset
|
Waktu
bangun
|
Durasi
|
Keterangan
|
|||
|
Oral
|
Tidur
|
(‘)
|
aver
|
(
‘ )
|
aver
|
||||||
|
13
|
K2.5
|
23
|
0,23
|
17.04
|
|
60’
|
|
|
0’
|
|
Tidak
tidur
|
|
14
|
K2.5
|
25
|
0,25
|
17.01
|
|
60’
|
60’
|
|
0’
|
0’
|
Tidak
tidur
|
|
15
|
K2.5
|
20
|
0,20
|
17.05
|
|
60’
|
|
|
0’
|
|
Tidak
tidur
|
|
16
|
F1.1
|
22
|
0,22
|
17.12
|
|
60’
|
|
|
0’
|
|
Tidak
tidur
|
|
17
|
F1.1
|
23
|
0,23
|
17.10
|
|
60’
|
60’
|
|
0’
|
0’
|
Tidak
tidur
|
|
18
|
F1.1
|
21
|
0,21
|
17.13
|
|
60’
|
|
|
0’
|
|
Tidak
tidur
|
V.
Pembahasan
Dari yang kami amati
berdasarkan praktikum anestetika pada mencit jantan secara interperitoneal ,
kami menggunakan 6 ekor mencit jantan 3 mencit nomer 13,14, dan 15 diberikan
larutan injeksi kloralhidrat sedangkan sisanya 3 mencit nomer 16,17,dan 18
diberikan larutan injeksi fenobarbital. Setelah selesai di injeksi lalu ditunggu
selama kurang lebih 1-2 jam. Hasil dari ke 6 mencit jantan tersebut adalah
tidak tidur hanya dapat menghaasilkan efek sedative saja tidak dengan efek
hipnotika . Hal ini kemungkinan besar di pengaruhi oleh beberapa factor antara
lain ; kurangnya kebersihan alat , timbangan yang digunakan kurang akurat
,adanya kesalahan pada saat penyuntikan per oral pada masing-masing mencit
yaitu pengambilan volume yang kurang tepat. Kesalahan Data ini juga dapat
disebabkan karena proses pengambilan larutan obat yang kurang tepat , perlu
diingat bahwa obat yang digunakan dalam praktikum ini berbentuk suspensi
sehingga pada pengambilan perlu adanya pengocokan terlebih dahulu supaya obat
terdispersi secara merata dan homogen
VI.
Kesimpulan
Dari hasil data
praktikum pengamatan percobaan Anestetik pada mencit jantan , Dapat kami
simpulkan bahwa efek anestetik pada tiap mencit tergantung factor tubuh
masing-masing mencit. Dari 6 mencit yang damati tidak ada yang berefek hipnotik
(tidur) tetapi hanya mengurangi aktivitas mencit tersebut (berefek sedative)
VII.
Saran
1.) Pada
saat praktikum disarankan lebih teliti dalam melakukan penyuntikan pada mencit
2.) Pengamatan
yang dilakukan harus lebih teliti untuk meminimalkan kesalahan yang terjadi
seperti saat pengambilan larutan injeksi dengan spuit, pastikan tidak ada udara
di dalam spuit
3.) Lebih
berhati-hati dalam pembacaan skala spuit supaya dosis yang diberikan tepat dan
tercapai efek yang dikehendaki.
4.) Lebih
berhati-hati dalam pemberian obat secara interperitonial supaya tidak mengalami
kerusakan pada abdomen maupun tusukan pad organ-organ dalam yang vital
5.) Untuk
laboratorium supaya memperhatikan alat yang sudah mengalami kerusakan seperti
timbangan analitik supaya segera diganti.
VIII.
Daftar
pustaka
Buku obat-obat penting edisi
6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar