Jumat, 13 Oktober 2017

Laporan Praktek Farmakologi anastetika pada mencit




Daftar Isi
III.  Metode Prosedur………………………………………………………………………..4
   C.      Perhitungan …………………………………………………………………..  …..5
   D.      Pembuatan Sediaan……………………………………………………………… 5
   E.      Definisi Operasional………………………………………………………………  5
   F.      Cara Analisa……………………………………………………………………… ..6
V.   Pembahasan…………………………………………………………………………….6
VI.  Kesimpulan ……………………………………………………………………………..7
VII. Saran……………………………………………………………………………………. 7


                                                                                                                      




I.              Tujuan Praktikum
A.   Tujuan Umum
Mempraktekkan dan mengamati pengaruh efek hipnotik fenobarbital dan kloralhidrat Secara oral
B.   Tujuan Khusus
Membandingkan onset dan durasi tidur fenobarbital dan kloralhidrat secara oral
II.            Tinjauan Pustaka
Ada 4 taraf narkosa ,yaitu:
1.    Analgesia : Kesadaran berkurang,rasa nyeri hilang,terjadi euphoria (rasa nyaman) disertai halusinasi . Contoh Ester,Nitrogenmonoksida
2.    Eksitasi : kesadaran hilang timbul gelisah
Taraf 1 dan 2 disebut induksi
3.    Anestesia : Pernafasan dangkal ,cepat dan teratur seperti tidur (pernafasan perut) , gerakan mata dan reflex mata hilang , otot lemas
4.    Kelumpuhan Sumsum Tulang Belakang : Kegiatan jantung dan pernafasan terhenti (taraf ini sebaiknya dihindari)
Tujuan Anestetik
1.    Mencapai keadaan pingsan
2.    Meringtangi rasa nyeri
3.    Menimbulkan pelemasan otot ( relaksasi)
4.    Memblok reaksi reflex pada pembedahan
Anestetik dibagi menjadi 2 golongan :
A.   Anestetika Umum , terdiri dari:
1.    Anestetika Inhalasi
2.    Anestetika Intravena
3.    Anti muskarinik
4.    Sedatif dan Analgesik per-operatif
5.    Pelemas Otot
6.    AntiKolinesterase yang digunakan dalam anesthesia
7.    Antagonis untuk depresi syarat pusat dan pernafasan
Anestetik umum adalah obat yang dapat menimbulkan anesthesia atau narkosa (yunani=tanpa ,aesthesis= Perasaan),yakni suatu keadaan depresi umum dari pelbagai pusat di SSP yang bersifat reversible,dimana seluruh perasaan dan kesadaran ditiadakan sehingga mirip keadaan pingsan. Umumnya digunakan kombinasi hipnotika,analgetik.dan relaksan otot
B.   Anestetika Lokal
Anestetika local atau zat penghilang rasa setempat adalah obat yang pada penggunaan local merintangi secara reversible penerusan impuls saraf ke SSP dan dengan demikian menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri , gatal-gatal, rasa panas atau dingin.

Persyaratan Ideal Anestetika Lokal ,yaitu:
1.    Tidak mengiritasi jaringan
2.    Tidak mengakibatkan kerusakan permanen terhadap susunan saraf
3.    Toksisitas sistemis yang rendah
4.    Efektif dengan jalan injeksi atau penggunaan setempat pada selaput lender
5.    Mulai kerjanya sesingkat mungkin tetapi bertahan cukup lama
6.    Dapat larut dalam air dan menghasilkan larutan yang stabil ,juga terhadap pernafasan (sterilisasi)
Fenobarbital adalah Senyawa hipnotik ini terutama digunakan pada serangan grand mal dan status epilepticus berdasarkan sifatnya yang dapat memblokir pelepasan muatan listrik di otak.Resorpsinya di usu baik(70%-90%) terikat pada protein,plasma t1/2nya panjang lebih kurang 3-4 hari maka dosisnya dapat diberikan sehari sekaligus .Efek sampingnya berkaitan dengan efek sedative yakni pusing,mengantuk,ataksia,dan pada anak-anak mudah terangsang. Dosis hipnotik 100mg malam hari ;antikonvulsi 200 mg IM diulang sesudah 6 jam prn
Chloral Hydras adalah aldehida (kloral) yang di dalam tubuh terikat dengan air dan membentuk trikloretanol yang merupakan obat tidur yang efektif ,sesuai persamaan reaksi. Resorpsinya di usus cepat mulai kerja pesat dan bertahan agak singkat k.i 5-6 jam.Dalam darah dan hati zat ini diubah oleh enzim alkoholdehidrogenase menjadi a.l trikloretanol aktif.metabolit ini berkhasiat hipnotik panjang (t1/2=8 jam) dan akhirnya dirombak dalam hati dan ginjal menjadi triklorasetat inaktif dan disekresi melalui ginjal sebagai glukuronida. Efek Sampingnya ringan yaitu alergi,ataxia,dan eksitasi. Indikasi yaitu hipnotika dan sedative. Dosis hipnotik 0,5-2 g/70 kg manusia
III.           Metode Percobaan
A.   Prosedur Kerja
1.    Memakai Jas Lab
2.    Membawa tissue serta kertas Koran
3.    Ketua kelompok membagi tugas :
·         Menimbang dan menomori hewan percobaan
·         Menghitung dosis ,mengukur volume sediaan
·         Memperlakukan hewan coba (instruktur)
·         Mengamati hewan coba dan mencatat data
4.    Menjaga kebersihan selama praktikum
5.    Melakukan kerja sama dengan teman sekelompok
6.    Mencuci alat b,membersihkan meja,membuang sampah biologis dalam kantong plastic tertutup
7.    Ketua regu menyerahkan data ke pengawas
8.    Mengembalikan alat seuai tempat semula
B.   Alat dan Bahan
a)    Alat
1.    Timbangan Hewan
2.    Disposible
3.    Alat gelas secukupnya
4.    Stopwatch
5.    Wadah tempat pengamatan
b)    Bahan
1.    Fenobarbital tablet 30mg
2.    Kloral hidrat Serbuk
3.    Tragakan
4.    Mencit putih jantan
5.    Aquadest
C.   Perhitungan
1.    Fenobarbital = 0,0026 X 1100 mg = 2,86 mg/20 g BB mencit
2.    Kloral hidras = 0,0026 X 2500 mg = 6500 / 20 g BB mencit
3.    Mencit berat 23 gram = 23 g / 20 g X 0,2 = 0,23 ml
4.    Mencit berat 25 gram = 25 g / 20 g X 0,2 = 0,25 ml
5.    Mencit berat 20 gram = 20 g / 20 g X 0,2 = 0,2 ml
6.    Mencit berat 22 gram = 22 g / 20 g X 0,2 = 0,22 ml
7.    Mencit berat 23 gram = 23 g / 20 g X 0,2 = 0,23 ml
8.    Mencit berat 21 gram = 21 g / 20 g X 0,2 = 0,21 ml
D.   Pembuatan Sediaan
1.    Siapkan alat dan bahan
2.    Setarakan Timbangan
3.    Kalibrasi Beaker glass  dan vial
4.    Timbang 100 mg tragakan lalu gerus dalam lumpang, masukkan ke dalam beakerglass tamahkan aquadest sedikit demi sedikit ad 20 ml ,kemudaian beaker glass diberi etiket “tragakan ½ %”
5.    Gerus 1 tablet fenobarbital (@ 30 mg)  tambahkan tragakan  ½ %  sedikit demi sedikit ad 4 ml pada vial  berikan etiket “  Fenobarbital 30mg/4ml”
6.    Timbang 100 mg kloralhidrat dalam vial , tambahkan tragakan ½ % sedikit demi sedikit ad 4 ml pada vial berikan etiket “kloralhidrat 25mg/ml”
E.   Definisi Operasional
·         Mulai Tidur = selesai dioral , mencit yang mulai diam ditelentangkan ditengah bejana , tidak mampu tengkurap
·         Bangun = mencit tengkurap sendiri dan bergerak meninggalkan pusat bejana
·         Onset = waktu mulai tidur – waktu jarum suntik dicabut (menit
·         Durasi = waktu bangun – waktu mulai tidur (menit)
·         Tidak tidur , onset = 60 menit dan durasi 0 menit
F.    Cara Analisa
Setelah mencit disuntikkan dengan obat fenobarbital dan kloralhidrat lalu amati mecit sampai berefek, awalnya mencit lincah tetapi lama kelamaan obat tersebut berefek sedative yang mengakibatkan mencit tersebut diam bergerak. Jika mencit berefek hipnotik maka mencit tersebut akan tertidur dan badan mencit ditelentangkan sehingga mencit tersebut tidak dapat tengkurap lagi. Dikatakan bangun jika mencit tersebut meninggalkan posisi awalnya walaupun hanya satu langkah.
IV.          Hasil
No.
Mencit
Perlakuan
Berat (g)
Obat (ml)
Waktu
Onset
Waktu
bangun
Durasi
Keterangan
Oral
Tidur
(‘)
aver
( ‘ )
aver
13
K2.5
23
0,23
17.04

60


0

Tidak tidur
14
K2.5
25
0,25
17.01

60
60

0
0
Tidak tidur
15
K2.5
20
0,20
17.05

60


0

Tidak tidur
16
F1.1
22
0,22
17.12

60


0

Tidak tidur
17
F1.1
23
0,23
17.10

60
60

0
0
Tidak tidur
18
F1.1
21
0,21
17.13

60


0

Tidak tidur

V.           Pembahasan
Dari yang kami amati berdasarkan praktikum anestetika pada mencit jantan secara interperitoneal , kami menggunakan 6 ekor mencit jantan 3 mencit nomer 13,14, dan 15 diberikan larutan injeksi kloralhidrat sedangkan sisanya 3 mencit nomer 16,17,dan 18 diberikan larutan injeksi fenobarbital. Setelah selesai di injeksi lalu ditunggu selama kurang lebih 1-2 jam. Hasil dari ke 6 mencit jantan tersebut adalah tidak tidur hanya dapat menghaasilkan efek sedative saja tidak dengan efek hipnotika . Hal ini kemungkinan besar di pengaruhi oleh beberapa factor antara lain ; kurangnya kebersihan alat , timbangan yang digunakan kurang akurat ,adanya kesalahan pada saat penyuntikan per oral pada masing-masing mencit yaitu pengambilan volume yang kurang tepat. Kesalahan Data ini juga dapat disebabkan karena proses pengambilan larutan obat yang kurang tepat , perlu diingat bahwa obat yang digunakan dalam praktikum ini berbentuk suspensi sehingga pada pengambilan perlu adanya pengocokan terlebih dahulu supaya obat terdispersi secara merata dan homogen
VI.          Kesimpulan
Dari hasil data praktikum pengamatan percobaan Anestetik pada mencit jantan , Dapat kami simpulkan bahwa efek anestetik pada tiap mencit tergantung factor tubuh masing-masing mencit. Dari 6 mencit yang damati tidak ada yang berefek hipnotik (tidur) tetapi hanya mengurangi aktivitas mencit tersebut (berefek sedative)
VII.         Saran
1.)  Pada saat praktikum disarankan lebih teliti dalam melakukan penyuntikan pada mencit
2.)  Pengamatan yang dilakukan harus lebih teliti untuk meminimalkan kesalahan yang terjadi seperti saat pengambilan larutan injeksi dengan spuit, pastikan tidak ada udara di dalam spuit
3.)  Lebih berhati-hati dalam pembacaan skala spuit supaya dosis yang diberikan tepat dan tercapai efek yang dikehendaki.
4.)  Lebih berhati-hati dalam pemberian obat secara interperitonial supaya tidak mengalami kerusakan pada abdomen maupun tusukan pad organ-organ dalam yang vital
5.)  Untuk laboratorium supaya memperhatikan alat yang sudah mengalami kerusakan seperti timbangan analitik supaya segera diganti.

VIII.       Daftar pustaka
Buku obat-obat penting edisi 6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar